Karawang – Brits Hotel Karawang terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas pelayanan melalui pengembangan kompetensi sumber daya manusia. Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengadakan pelatihan internal bahasa Mandarin selama bulan Agustus 2026 bagi karyawan sebagai upaya meningkatkan kemampuan komunikasi, khususnya dalam melayani tamu Warga Negara Asing (WNA).


Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya hotel untuk mempersiapkan karyawan menghadapi kebutuhan tamu dengan latar belakang dan bahasa yang beragam. Kemampuan berbahasa Mandarin diharapkan dapat menjadi nilai tambah bagi karyawan dalam memberikan pelayanan yang lebih nyaman, ramah, dan profesional.


General Manager Brits Hotel Karawang, N. Zikri, menyampaikan bahwa pelatihan tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kompetensi karyawan agar memiliki kemampuan komunikasi yang lebih luas dalam menghadapi kebutuhan tamu WNA.


“Pelatihan bahasa Mandarin ini kami adakan sebagai bagian dari upaya Brits Hotel Karawang untuk meningkatkan kompetensi karyawan, khususnya dalam menghadapi kebutuhan tamu WNA. Kami ingin memastikan tim memiliki kemampuan komunikasi yang lebih luas sehingga dapat memberikan pelayanan yang lebih nyaman, ramah, dan profesional kepada setiap tamu,” ungkap N. Zikri.


Ia menambahkan, manajemen berharap kemampuan yang diperoleh selama pelatihan tidak hanya berhenti pada pemahaman teori, tetapi dapat diterapkan dalam aktivitas pelayanan sehari-hari.


“Harapan kami, karyawan dapat memahami dan menggunakan bahasa Mandarin dasar dalam situasi pelayanan sehari-hari. Dengan adanya kemampuan tersebut, kami ingin karyawan semakin percaya diri dalam berkomunikasi dengan tamu WNA dan mampu memberikan pengalaman hospitality yang lebih personal serta berkesan,” tambahnya.


Dari sisi pengembangan sumber daya manusia, Assistant HR Manager Brits Hotel Karawang, Dea Silvia .M, menjelaskan bahwa HR memastikan materi yang diberikan dapat diterapkan secara langsung dalam operasional hotel. Setelah mendapatkan pengetahuan dasar, karyawan didorong untuk menggunakan kosakata maupun percakapan sederhana ketika berinteraksi dengan tamu, khususnya tamu yang menggunakan bahasa Mandarin.


“Tentunya kami memberikan training terlebih dahulu untuk mentransfer ilmu dan pengetahuan dasar bahasa Mandarin kepada karyawan. Setelah itu, kami memastikan karyawan dapat menerapkannya saat berinteraksi dengan tamu, khususnya tamu yang menggunakan bahasa Mandarin. Penerapannya bisa dimulai dari hal-hal sederhana dalam keseharian, seperti menggunakan kosakata atau percakapan dasar bahasa Mandarin saat bekerja,” jelas Dea Silvia .M.


Menurut Dea, peningkatan kompetensi karyawan juga perlu disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing departemen. Pelatihan yang relevan dapat membantu karyawan memiliki knowledge, skill, dan kompetensi yang mendukung pekerjaan sehingga pelayanan yang diberikan kepada tamu menjadi lebih tepat dan berkualitas.


“Kompetensi karyawan harus disesuaikan dengan departemen dan kebutuhan pekerjaannya. Dengan adanya pelatihan yang sesuai, karyawan dapat memiliki knowledge, skill, dan kompetensi yang mendukung pekerjaannya. Hal tersebut tentunya akan berdampak pada pelayanan yang lebih relevan dan berkualitas kepada tamu,” ujarnya.


Pelatihan bahasa Mandarin tersebut turut didukung oleh Kelly Alicia .G, yang merupakan trainee di Brits Hotel Karawang sekaligus mahasiswa aktif di South China University of Technology. Dengan latar belakang akademik dan pengalamannya dalam lingkungan berbahasa Mandarin, Kelly menjadi mandarin speaker yang membantu memberikan pembelajaran kepada karyawan selama program berlangsung.


Kelly Alicia .G, menjelaskan bahwa materi yang diberikan difokuskan pada basic Mandarin for hospitality industry. Karyawan diperkenalkan dengan kosakata yang umum digunakan di lingkungan hotel, perkenalan diri, serta ungkapan yang relevan dengan aktivitas masing-masing departemen.


“Materi atau kemampuan yang menjadi fokus dalam pelatihan Mandarin ini adalah basic Mandarin for hospitality industry. Misalnya, kosakata yang sering dipakai dalam dunia hotel, perkenalan diri, dan kata-kata yang sering ditemui oleh para staf hotel di divisi masing-masing,” jelas Kelly Alicia .G.


Dengan materi yang dekat dengan aktivitas pekerjaan, pelatihan diharapkan dapat membuat karyawan lebih mudah memahami dan mempraktikkan bahasa Mandarin ketika berhadapan langsung dengan tamu. Pendekatan tersebut juga membantu karyawan mempelajari bahasa yang benar-benar dibutuhkan dalam situasi hospitality.


Antusiasme juga terlihat dari Siti Nurlaela, FB Supervisor Brits Hotel Karawang. Ia mengaku mendapatkan pengalaman baru yang menyenangkan meskipun mempelajari bahasa Mandarin bukanlah hal yang mudah.


“Pertama kali mengikuti pelatihan tentunya sangat happy dan seru. Saya mendapatkan ilmu baru dan senang bisa belajar bahasa Mandarin. Walaupun tidak mudah, ini menjadi pengalaman yang sangat baik. Kalau ada kesempatan untuk kelas berikutnya, saya ingin mengikuti lagi secara rutin,” ungkap Siti Nurlaela.


Program ini juga bukan menjadi langkah pertama Brits Hotel Karawang dalam pengembangan kemampuan bahasa asing karyawan. Sebelumnya, hotel telah memiliki kelas bahasa Inggris melalui kerja sama dengan LPK. Ke depannya, Brits Hotel Karawang terbuka untuk kembali mengembangkan program tersebut sekaligus menghadirkan pelatihan bahasa asing lainnya sesuai kebutuhan operasional.


Melalui pelatihan bahasa Mandarin ini, Brits Hotel Karawang menunjukkan bahwa peningkatan kualitas hospitality tidak hanya dilakukan melalui fasilitas, tetapi juga melalui investasi pada sumber daya manusia. Dengan karyawan yang semakin kompeten dan percaya diri dalam berkomunikasi, Brits Hotel Karawang berupaya menghadirkan pengalaman menginap yang lebih personal, inklusif, dan berkesan bagi setiap tamu, termasuk tamu WNA.